JAKARTA – Produsen mobil listrik (EV) asal Vietnam, VinFast, memasuki pasar Amerika Serikat (AS) dengan ambisi besar dan hype yang luar biasa. Namun, kurang dari dua tahun sejak peluncuran perdananya, perusahaan yang sebagian besar sahamnya dimiliki oleh miliarder Pham Nhat Vuong ini mulai menghadapi kenyataan pasar yang brutal. Laporan terbaru mengonfirmasi bahwa Dealer VinFast Tutup di AS di beberapa lokasi, seiring dengan anjloknya volume penjualan dan penarikan kembali dari rencana ekspansi agresif.
Keputusan untuk menutup atau menangguhkan operasional beberapa dealer yang baru didirikan dan menunda kemitraan dealer yang direncanakan di berbagai negara bagian menandai pembalikan signifikan dari target awal VinFast. Perusahaan ini sebelumnya berencana untuk membangun jaringan dealer yang luas untuk menantang pemimpin pasar Tesla dan produsen mapan lainnya. Namun, VinFast kini bergulat dengan beberapa tantangan utama: kualitas produk yang dipertanyakan, penerimaan konsumen yang rendah, dan persaingan harga yang intens di pasar EV AS.
🛑 Membalikkan Rencana Pertumbuhan yang Agresif
VinFast awalnya memilih model penjualan campuran: operasi langsung (direct sales) yang meniru Tesla, dan kemitraan cepat dengan dealer independen untuk memperluas jangkauan dengan cepat di seluruh AS.
1. Penutupan Toko dan Restrukturisasi
Penutupan dealer yang dilaporkan, terutama di pasar-pasar awal seperti California, mencerminkan penjualan yang jauh di bawah ekspektasi.
-
Penjualan yang Memble: Meskipun VinFast telah mengirimkan ribuan unit EV ke AS (terutama model VF 8 dan VF 9), pendaftaran kendaraan baru sangat rendah dibandingkan dengan para pesaing. Beberapa laporan industri menunjukkan bahwa VinFast hanya menjual sekitar 2.500 unit pada tahun 2024 (termasuk penjualan langsung kepada affiliate), angka yang sangat kecil di pasar EV terbesar kedua di dunia.
-
Perubahan Model Distribusi: Penutupan ini memaksa VinFast untuk mengevaluasi kembali strategi distribusinya. Perusahaan kini mungkin akan fokus pada konsolidasi di lokasi-lokasi utama dan berinvestasi lebih banyak pada saluran digital, mengurangi ketergantungan pada jaringan dealer fisik yang mahal.
2. Kualitas dan Keterpercayaan Produk
Salah satu hambatan terbesar yang dihadapi VinFast adalah skeptisisme dan ulasan negatif dari media dan konsumen AS mengenai kualitas, fit and finish, dan keandalan software EV mereka.
-
Ulasan Kritis: Model VF 8, yang merupakan produk pertama yang dipasarkan, menghadapi kritik keras dari jurnalis otomotif AS. Ulasan sering kali menyoroti masalah software yang belum matang dan pengalaman berkendara yang belum disempurnakan. Di pasar yang menghargai kualitas premium dan pengalaman pengguna yang mulus, hal ini menjadi batu sandungan yang signifikan.
⚔️ Persaingan Harga dan Insentif Pajak
Pasar EV AS adalah salah satu pasar yang paling kompetitif, didominasi oleh strategi harga agresif dari Tesla dan insentif yang menguntungkan bagi produsen lokal.
1. Dampak Insentif Pajak Federal
-
Tidak Memenuhi Syarat: Kendaraan VinFast, karena dirakit di Vietnam (sebelum pabrik North Carolina mereka selesai), tidak memenuhi syarat untuk kredit pajak federal EV sebesar $7.500 yang ditawarkan oleh Inflation Reduction Act (IRA).
-
Kerugian Kompetitif: Kegagalan ini menempatkan VinFast pada kerugian harga yang signifikan dibandingkan dengan EV dari Ford, GM, dan Tesla yang dirakit di AS. Untuk mengimbangi, VinFast harus menawarkan diskon besar, yang membebani margin keuntungannya.
2. Serbuan EV China
Meskipun Dealer VinFast Tutup di AS sedang berjuang, produsen China seperti BYD (walaupun belum sepenuhnya meluncurkan operasi di AS) dan Geely terus membanjiri pasar global lainnya dengan EV yang lebih terjangkau. Hal ini meningkatkan tekanan bagi VinFast untuk meningkatkan kualitas sekaligus menjaga harga tetap rendah—dua tujuan yang sulit untuk dicapai secara bersamaan.
🔮 Masa Depan VinFast: Konsolidasi dan Pasar Lain
Di tengah tantangan di AS, VinFast harus mempertimbangkan kembali prioritas dan strategi globalnya.
1. Pentingnya Pabrik North Carolina
Semua harapan VinFast untuk jangka panjang di pasar AS kini tergantung pada pabrik mereka yang sedang dibangun di Carolina Utara. Pabrik ini merupakan kunci untuk:
-
Memenuhi Syarat IRA: Begitu produksi lokal dimulai, VinFast dapat memenuhi persyaratan assembly IRA, membuat produk mereka eligible untuk kredit pajak $7.500 dan menghilangkan kerugian kompetitif harga.
-
Meningkatkan Kepercayaan: Produksi lokal juga dapat memberikan VinFast brand story baru tentang penciptaan lapangan kerja AS, yang berpotensi meningkatkan kepercayaan konsumen.
2. Fokus ke Pasar yang Lebih Lunak
Meskipun AS adalah pasar bergengsi, VinFast juga melihat peluang di pasar lain di mana persaingan EV lebih sedikit atau insentif pajak lebih menguntungkan.
-
Asia Tenggara dan Eropa: VinFast telah memperkuat kehadiran mereka di Asia Tenggara (misalnya di Indonesia dan Thailand) dan beberapa negara Eropa, di mana brand recognition dan harga yang ditawarkan lebih kompetitif.
Keputusan bahwa Dealer VinFast Tutup di AS adalah pengingat keras tentang betapa sulitnya menembus pasar otomotif AS. Meskipun modal dan ambisi VinFast tidak diragukan, keberhasilan di pasar AS membutuhkan lebih dari sekadar harga rendah; dibutuhkan kualitas produk kelas dunia dan kemampuan untuk menavigasi lanskap regulasi yang kompleks.
Baca juga:
- Apa yang Dicari Antonio Filosa dari Tuntutan Filosa Paket Otomotif UE?
- Bisakah Dealer dan Vendor Tetap Unggul Saat AI Tingkatkan Ancaman Siber Dealer?
- Gugatan Mantan Eksekutif Bollinger Motors Menguak Krisis Finansial Startup EV
Informasi ini dipersembahkan oleh paman empire

