aturan 70 persen Niello Group
aturan 70 persen Niello Group

Aturan 70 Persen Niello Group: Strategi Mempertahankan Pelanggan Servis

Ketika Retensi Pelanggan Menjadi Fokus Utama Bisnis

Dalam dunia bisnis otomotif, sering kali fokus utama terarah pada penjualan kendaraan baru. Namun, The Niello Company, salah satu grup diler mobil mewah terkemuka di California, membuktikan bahwa profitabilitas jangka panjang justru berasal dari layanan purnajual, khususnya departemen servis. Mereka menerapkan sebuah filosofi yang dikenal sebagai aturan 70 persen Niello Group. Aturan ini bukan sekadar angka. Aturan ini adalah sebuah perubahan paradigma. Perubahan ini mengubah cara pandang mereka terhadap hubungan dengan pelanggan. Daripada mengejar keuntungan transaksi tunggal, Niello Group membangun sebuah sistem. Sistem ini dirancang untuk menciptakan loyalitas. Sistem ini memastikan pelanggan kembali lagi. Artikel ini akan mengupas tuntas. Ia akan mengupas tuntas mengapa aturan ini begitu penting dan bagaimana mereka berhasil menerapkannya.

 

Lebih dari Sekadar Angka: Filosofi di Balik Aturan 70 Persen

Apa sebenarnya yang dimaksud dengan aturan 70 persen Niello Group? Menurut Tully Williams, Fixed-Ops Director di Niello Company, ini adalah tolok ukur paling penting dalam bisnis diler. Aturan ini menetapkan target yang jelas. Target ini adalah target untuk mencapai retensi pelanggan sebesar 70% atau lebih. Angka ini dihitung. Angka ini dihitung dari jumlah pelanggan yang kembali melakukan servis dalam waktu 14 bulan setelah kunjungan terakhir mereka.

Williams berpendapat. Ia berpendapat bahwa metrik tradisional. Metrik ini, seperti tarif kerja efektif dan jam kerja per pesanan perbaikan, sudah usang. Metrik ini adalah “dari zaman dinosaurus.” Ia percaya. Ia percaya bahwa metrik ini justru mendorong pola pikir transaksional. Pola pikir ini adalah pola pikir yang merusak hubungan. Ia menggantinya dengan fokus pada satu hal: membangun kepercayaan.

Filosofi di balik aturan ini adalah sederhana. Ia percaya bahwa sebuah diler tidak benar-benar berada dalam bisnis penjualan mobil. Sebuah diler berada dalam bisnis “pengulangan dan rujukan.” Setiap interaksi servis adalah kesempatan. Kesempatan ini adalah kesempatan untuk memperkuat hubungan. Ini adalah kesempatan untuk mengubah pelanggan biasa menjadi pelanggan setia. Pelanggan setia ini juga berpotensi untuk menjadi promotor merek (brand advocate).

 

Pilar Utama di Balik Kesuksesan Strategi Niello Group

Mencapai retensi 70% bukanlah hal yang mudah. Itu membutuhkan strategi yang terencana. Strategi ini harus diterapkan di setiap level operasional. Berikut adalah beberapa pilar utama yang menjadi kunci sukses Niello Group:

  1. Komunikasi Proaktif dan Transparansi Melalui Teknologi: Niello Company memanfaatkan teknologi. Mereka memanfaatkannya untuk membangun kepercayaan. Salah satu alat utamanya adalah inspeksi video. Saat teknisi melakukan pengecekan pada mobil, mereka merekamnya. Mereka merekamnya dalam video berdurasi pendek. Video ini dikirimkan. Video ini dikirimkan langsung ke ponsel pelanggan. Ini menunjukkan. Ini menunjukkan dengan jelas apa yang perlu diperbaiki. Ini dilakukan sebelum perbaikan dimulai. Pendekatan ini menghilangkan keraguan. Ia menghilangkan keraguan. Ia juga menghilangkan rasa khawatir. Kekhawatiran ini adalah kekhawatiran yang sering dirasakan pelanggan. Mereka merasa takut ditipu.
  2. Mengubah Insentif Karyawan: Agar seluruh tim bergerak ke arah yang sama. Niello Group mengubah cara mereka membayar karyawan. Alih-alih membayar berdasarkan metrik tradisional. Semua orang, dari manajer hingga teknisi, diberi kompensasi. Kompensasi ini didasarkan pada jam yang diproyeksikan. Ini berarti. Ini berarti fokus mereka adalah pada layanan yang efisien. Fokus mereka adalah pada komunikasi yang transparan. Bukan hanya pada penjualan suku cadang tambahan. Sistem ini menyelaraskan tujuan setiap orang.
  3. Menjadikan Pelayanan sebagai Sumber Keuntungan: Niello Group tidak ragu. Mereka tidak ragu untuk berinvestasi. Investasi ini dilakukan di departemen servis. Mereka bahkan menawarkan promosi seperti “beli tiga ban, dapat satu ban gratis.” Promosi ini mungkin membuat mereka rugi secara instan. Namun, tujuan promosi ini bukanlah keuntungan jangka pendek. Tujuannya adalah untuk menarik pelanggan ke diler. Tujuannya adalah untuk memulai proses. Proses ini adalah proses membangun hubungan melalui layanan yang transparan.

Ini adalah contoh nyata. Contoh ini adalah contoh bagaimana strategi yang berfokus pada pelanggan. Strategi ini dapat menghasilkan keuntungan. Keuntungan ini adalah keuntungan yang jauh lebih besar. Ini dilakukan dalam jangka panjang.

 

Mengapa Aturan 70 Persen Niello Group Menjadi Standar Baru?

Pola pikir Williams dan keberhasilan aturan 70 persen Niello Group memiliki beberapa dampak signifikan:

  • Peningkatan Penjualan Mobil Jangka Panjang: Williams mengklaim. Ia mengklaim bahwa departemen servis yang berfokus pada retensi menghasilkan lebih banyak penjualan mobil. Ia mengklaim ini lebih banyak daripada tim penjualan tradisional. Ia mengklaim ini berkali-kali lipat. Logikanya sederhana: pelanggan servis yang puas akan menaruh kepercayaan pada penasihat servis mereka. Ketika tiba waktunya. Tiba waktunya untuk membeli kendaraan baru, penasihat servis menjadi sumber rujukan. Rujukan ini adalah rujukan yang paling terpercaya.
  • Mengurangi Biaya Akuisisi Pelanggan: Banyak studi yang menunjukkan. Studi ini menunjukkan bahwa biaya untuk mendapatkan pelanggan baru. Biaya ini jauh lebih mahal. Biaya ini jauh lebih mahal daripada biaya untuk mempertahankan pelanggan yang sudah ada. Dengan mempertahankan 70% atau lebih. Niello Group dapat menghemat banyak. Mereka menghemat banyak pada anggaran pemasaran. Mereka juga dapat menikmati pendapatan berulang yang lebih stabil.
  • Menciptakan Aset Jangka Panjang: Pelanggan yang setia bukan hanya sumber pendapatan. Mereka adalah aset berharga. Mereka memberikan ulasan positif. Mereka mereferensikan bisnis kepada teman dan keluarga. Mereka bahkan memberikan kendaraan trade-in yang berkualitas. Semua ini secara tidak langsung mendukung seluruh operasi diler.

 

Pelajaran Berharga untuk Bisnis di Sektor Lain

Meskipun aturan 70 persen Niello Group diterapkan pada bisnis diler mobil. Prinsip-prinsip dasarnya dapat diaplikasikan. Ini dapat diaplikasikan pada hampir semua industri.

  • Fokus pada Pengalaman Pelanggan: Prioritaskan pengalaman pelanggan. Prioritaskan ini di setiap titik kontak. Gunakan teknologi. Gunakan ini untuk meningkatkan transparansi. Gunakan ini untuk membuat proses lebih mudah.
  • Ubah Pola Pikir Internal: Pastikan insentif karyawan sejalan. Insentif ini harus sejalan dengan tujuan retensi pelanggan. Jangan hanya memberi penghargaan pada transaksi tunggal. Beri penghargaan pada hubungan yang dibangun.
  • Berani Berinvestasi untuk Jangka Panjang: Jangan takut. Jangan takut untuk berinvestasi. Jangan takut untuk berinvestasi pada hal-hal yang tidak memberikan keuntungan instan. Sebuah program loyalitas. Sebuah layanan pascajual yang luar biasa. Sebuah konten edukasi yang berharga. Semua ini akan terbayar. Ini akan terbayar dalam bentuk loyalitas. Ini juga akan terbayar dalam bentuk pertumbuhan yang berkelanjutan.

Pada akhirnya, kesuksesan Niello Group bukanlah kebetulan. Kesuksesan ini adalah hasil dari komitmen. Komitmen ini adalah komitmen yang konsisten. Komitmen ini adalah komitmen untuk menempatkan pelanggan di garis depan.

Baca juga:

Informasi ini dipersembahkan oleh RajaBotak

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *